(0251) 8657093 [email protected]

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, SMP Islam Al Azhar 28 mengadakan kegiatan Tarhib Ramadan dengan tema “Spirit Ramadan sebagai Momentum Wujudkan Generasi Islami yang Kreatif dan Berprestasi.” Secara bahasa, “Tarhib” (ترحيب) berasal dari bahasa Arab yang berarti menyambut dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Tarhib Ramadan berarti menyambut bulan suci ini dengan persiapan yang baik, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Rasulullah SAW sendiri memberikan kabar gembira kepada para sahabat ketika Ramadan semakin dekat, sebagaimana sabdanya:

جَاءَكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Ahmad)

Acara dimulai dengan Ikrar dan Salat Duha yang diikuti oleh seluruh murid dan guru, menciptakan suasana khusyuk dan penuh semangat. Setelah itu, Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhar 28, Bapak Satya Nurbaniadi, S.Pd., memberikan sambutan yang menekankan pentingnya menjalani Ramadan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan dalam beribadah sehingga menjadi catatan prestasi ibadah.

Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah Tarhib Ramadan yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Harun Arosyid, S.Ag. Dalam kultumnya, beliau mengangkat beberapa poin penting mengenai Ramadan:

Kewajiban Berpuasa

Allah SWT berfirman dalam Al-Baqarah ayat 183: “يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ” “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Orang yang Paling Baik di Sisi Allah adalah yang Bertakwa

Takwa berarti menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan kesadaran, keikhlasan, dan rasa takut kepada-Nya. Takwa bukan sekadar ibadah lahiriah, tetapi juga mencakup kebersihan hati, kejujuran, dan kesungguhan dalam menjauhi kemaksiatan. Seorang mukmin yang bertakwa selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan amal saleh, menjaga lisannya, dan menjadikan setiap aspek kehidupannya sebagai ibadah. Ketakwaan menjadi ukuran kedekatan seorang hamba dengan Allah serta mencerminkan kualitas iman dan ketaatan. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat ayat 13: “إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ” “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

Pahala Puasa

Rasulullah SAW bersabda: “رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ” “Betapa banyaknya orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapat pahala dari puasanya, kecuali hanya lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad). Merujuk pada hadis ini, Pak Harun mengingatkan seluruh murid bahwa agar puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, penting untuk menjaga diri dari lima hal yang dapat membatalkan pahala puasa. Adapun Lima Hal yang Membatalkan Pahala Puasa yaitu:

  1. Al-Ghibah (الغِيبة) – Menggunjing orang lain
    Rasulullah SAW mengibaratkan menggunjing seperti memakan bangkai saudara sendiri (QS. Al-Hujurat: 12). Selain menghapus pahala, menggunjing juga menanamkan kebencian dan perpecahan.
  2. An-Namimah (النَّمِيمَة) – Adu domba
    Menyebarkan fitnah untuk memprovokasi orang lain dapat merusak hubungan dan menimbulkan permusuhan. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Muslim)
  3. An-Nazharu bisy Syahwah (النَّظَرُ بِشَهْوَة) – Melihat sesuatu dengan syahwat
    Pandangan yang tidak terjaga dapat membangkitkan hawa nafsu dan mengurangi kekhusyukan ibadah. Allah SWT memerintahkan untuk menundukkan pandangan dalam QS. An-Nur: 30.
  4. Al-Kadhib (الكَذِب) – Berbohong atau berdusta
    Kebohongan merusak integritas dan menghilangkan keberkahan ibadah. Rasulullah SAW bersabda, “Dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka.” (HR. Bukhari & Muslim)
  5. At-Tamīm al-Kādhibah (التَّمِيمُ الكَاذِبَة) – Bersumpah palsu
    Bersumpah atas nama Allah untuk kebohongan adalah dosa besar. Rasulullah SAW menyebut pelakunya sebagai salah satu golongan yang mendapat azab pedih di hari kiamat (HR. Muslim).

Pak Harun kembali menekankan pentingnya menjaga puasa agar tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperoleh pahala serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sebagai penutup kegiatan, murid diberikan kuis interaktif berhadiah dan motivasi untuk menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan. Rasulullah SAW bersabda:

“مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللَّهُ جَسَدَهُ عَلَى النَّارِ” “Barang siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya dari api neraka.” (HR. Ahmad)

Semoga dengan kegiatan ini, seluruh murid SMP Islam Al Azhar 28 semakin siap menyambut Ramadan dengan penuh keimanan dan semangat berprestasi.

💙 Ingin menjadi bagian dari keluarga besar SMP Islam Al Azhar 28? Bergabunglah dengan kami dan rasakan lingkungan belajar yang Islami, kreatif, serta penuh prestasi!

📚 Pendaftaran Murid Baru Masih Dibuka!
📍 SMP Islam Al Azhar 28 – Tempat terbaik untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi dalam suasana Islami!

Marhaban ya Ramadan! 🌙

Humas Alcy28

× Kontak Kami